Pasar Pernikahan Di Shanghai, Orang Tua Mencarikan Jodoh Untuk Anak
Marriage Market shanghai Copyright © indobritpedia.com

Pasar Pernikahan Di Shanghai, Orang Tua Mencarikan Jodoh Untuk Anak. Kedengarannya memang aneh sih… ternyata ada pasar pernikahan di dunia ini, di mana para orang tua masih mencarikan jodoh untuk anak anak mereka di jaman yang hampir segala nya sudah modern. Acara ini hanya di lakukan di hari sabtu dan minggu saja dari siang sampai jam 5 sore tepatnya di people park shanghai.

Setiap weekend orang orang tua berbondong bondong ke people park sambil membawa payung dan alat lainnya untuk menggelar acara ini. Pasar pernikahan pertama di mulai pada tahun 2004 dan harus membayar sejumlah biaya untuk mengiklankan biodata anak mereka di event ini.

Pasar Pernikahan Di Shanghai, Orang Tua Mencarikan Jodoh Untuk Anak
pasar pernikahan di People Park shanghai                       Copyright © indobritpedia.com

Di budaya orang china atau tiongkok, masih banyak sekali para orang tua ikut campur dalam masalah perjodohan anak anak mereka. Ini sudah di lakukan sejak jaman kekaisaran di mana perkawinan di atur oleh para orang tua. Di china, pernikahan di rancang bukan untuk kebahagiaan anak namun lebih kepada orang tua itu sendiri. Biasanya mereka lah yang mengatur pernikahan anak anak.

Bagi mereka, perkawinan fungsinya untuk menaikan derajat sosial keluarga itu sendiri di kalangan lingkungan. Ini yang berarti mereka para orang tua telah berhasil mensejahterakan masa depan anak anak mereka di depan keluarga lainnya, teman dan rekan rekan kerjanya.

Pada saat waktunya anak anak mereka menginjak di usia pernikahan, walau siap atau tidak siap anak itu, mereka para orang tua terus mendorong anak mereka untuk cepat cepat menikah. Pernikahan di china jauh sekali dengan nama keintiman dalam rumah tangga. Dengan adanya pasar pernikahan ini, para orang tua berharap bisa menemukan jodoh yang cocok untuk anak mereka lewat gaya kencan tradisional di era china modern sekarang.

Di china banyak sekali pernikahan yang berakhir dengan perceraian. Itu karena kemungkinan pernikahan mereka dari pertama tidak di dasari adanya rasa cinta, namun lebih karena di dapatkan nya dengan cara seperti di event ini atau tidak cukup waktu untuk mengenal satu sama lainnya.

Atau alasan lain yang sering terjadi karena mereka menikah karena tergesa gesa. Di budaya orang china, terdapat istilah “Leftover” yang artinya apabila anak mereka sudah waktunya menikah, namun belum menikah mereka akan di cap “Leftover” oleh lingkungan. Dan untuk menghindarinya, mereka sering menikah hanya untuk alasan ini.

Namun akhir akhir ini banyak perempuan china yang mempunyai pendidikan tinggi dan sukses di dalam karir nya, biasanya mereka sedikit lebih santai karena buat mereka, mereka mempunyai banyak pilihan untuk mencari suami. Namun semakin sukses nya perempuan itu di dalam karir nya, semakin tinggi pula apa yang di inginkan dari calon suami nya. Dan ini masih membuat para perempuan di china semakin susah untuk mencari suami yang sesuai.

Maka dari itu, banyak dari orang tua membantu mencarikan jodoh mereka. Salah satu nya dengan cara seperti di pasar pernikahan ini dengan cara sembunyi sembunyi. Apabila orang tua ini menemukan biodata anak lain yang cocok dengan anak mereka, mereka akan mencoba mempertemukan mereka.

Saya sengaja datang sendiri saat itu ke pasar pernikahan ini untuk menyaksikan langsung bagaimana tradisi yang saya pandang aneh ini masih terjadi di jaman modern ini. Saya dengar bahwa apabila ada perempuan single yang datang sendiri ke tempat perjodohan ini akan di lihat aneh atau akan di lihat leftover seperti saya ini 😭

Pasar Pernikahan Di Shanghai, Orang Tua Mencarikan Jodoh Untuk Anak
Para orang orang tua bergerombol di pasar pernikahan    Copyright © indobritpedia.com

Lokasi dari pasar perkawinan ini terletak di samping stasiun people square exit 10. Tepatnya di people park dekat dengan gerbang depan. Banyak orang orang tua kakek nenek berdiri dan bergerumbul sedang mengobrol dan mencocokan biodata anak mereka di dalam taman itu sambil memegang kertas dan pensil.

Ada juga yang saya lihat sedang bertukar nomor telephone. Dan yang paling menonjol di acara ini adalah ada nya payung payung yang di tempeli kertas kertas yang berisi tulisan biodata seseorang yang berdiri berjejer di tepi jalan setapak yang di tunggui oleh orang orang berusia 50 an ke atas.

Pasar Pernikahan Di Shanghai, Orang Tua Mencarikan Jodoh Untuk Anak
Suasana di pasar pernikahan di shanghai                        Copyright © indobritpedia.com

Baca juga :

Tulisan yang ada di atas payung itu seperti nama anak mereka yang akan di jodohkan, jenis kelamin, usia, tinggi, berat badan, pekerjaan, pendapatan, pendidikan, zodiak china, kepribadian. Itu semua di tulis di atas kertas yang di taruh di atas payung, di gantung dengan tali, dan di taruh di lantai berjejer dengan nama anak anak lainnya. Terlihat tidak banyak yang menyertakan photo di kertas itu namun hanya beberapa.

Pasar Pernikahan Di Shanghai, Orang Tua Mencarikan Jodoh Untuk Anak
Biodata biodata yang akan di jodohkan berjejer di lantai   Copyright © indobritpedia.com
Pasar Pernikahan Di Shanghai, Orang Tua Mencarikan Jodoh Untuk Anak
Salaha satu biodata wanita yang akan di jodohkan di pasar pernikahan ini. Copyright © indobritpedia.com

Orang orang tua duduk di belakang payung payung itu seperti orang yang sedang berjualan. Mereka menanti adanya orang yang datang untuk menanyakan tentang anak yang ada di biodata tersebut. Tidak jarang banyak orang tua terutaman ibu ibu yang menatap saya dari kaki hingga kepala apabila saya berjalan melewati mereka. Entah apa yang mereka pikirkan tentang saya…

Di saat yang sama, ada seorang pria china yang menyapa saya dengan bahasa mandarinnya ” Nihao”. Namun saya hanya melemparkan senyum kecil saja dan fokus filming. Mungkin pria ini sedang mencari istri? Kemungkinan mereka pikir saya sedang mencari jodoh di pasar ini 🙈

Pasar Pernikahan Di Shanghai, Orang Tua Mencarikan Jodoh Untuk Anak
Mereka menggunakan payung untuk iklan                       Copyright © indobritpedia.com

Dalam hati pada saat saya melihat banyak nya kertas kertas yang berisi tentang biodata anak anak mereka, saya merasa prihatin dengan mereka yang akan di jodohkan untuk menikah tanpa peduli adanya cinta atau tidak.

Saya ingat akan teman teman china saya yang saya kenal pada saat saya tinggal di china. Mereka sering bercerita kepada saya betapa stress nya mereka karena pressure yang kuat dari orang tua mereka yang menginginkan mereka menikah secepatnya. Padahal mereka baru berusia 25, 27 dan sekitarnya saat itu. Menurut orang tua mereka, umur 25 sangatlah tua dan harus menikah dan berkeluarga. Namun di sisi lain, mereka juga merasa kesulitan untuk mencari suami sendiri.

Pasar Pernikahan Di Shanghai, Orang Tua Mencarikan Jodoh Untuk Anak
Pasar pernikahan di people park shanghai                       Copyright © indobritpedia.com

Apabila tahun baru china tiba ( Imlek ) teman teman saya sengaja tidak mau pulang ke kampung halamannya karena mereka tahu orang tuanya akan menuntut mereka untuk menikah. Biasanya mereka memberi alasan akan pergi berlibur untuk menghindari nya.

Rekomendasi artikel :

Para orang tua yang datang ke pasar pernikahan ini sebenarnya tidak di sukai atau di ijinkan oleh anak anak mereka. Namun karena mereka adalah generasi tua, pemikiran nya masih sangat tradisional di mana mereka masih menerapkan tradisi perjodohan itu dan mereka pikir jalan ini adalah jalan untuk mensejahterakan anak mereka dan terlebih untuk kepentingan status sosial mereka. Padahal kebanyakan anak anak yang lahir di tahun 1980 an mereka ingin mencari jodoh sendiri tanpa campur tangan kedua orang tua. Tapi balik lagi, mereka sendiri juga susah untuk mencari suami. Pasar Pernikahan Di Shanghai, Orang Tua Mencarikan Jodoh Untuk Anak. 

Lihat seluruh videonya di sini.