Cerita Saya Di Bandara London Dan Terpaksa Harus Membuang kosmetik

Cerita Saya Di Bandara London Dan Terpaksa Harus Membuang kosmetik. Pagi pun tiba dan waktu nya saya harus meninggalkan UK. Jam 7.30 pagi saya sudah siap untuk pergi ke bandara Heathrow karena waktu terbang saya sekitar jam 12 siang. Dan tentunya sehari sebelumnya saya sudah mengemas dan ngepack barang yang harus di pack di koper masing masing. Karena kita tahu bahwa di sana terdapat aturan dimana tidak semua barang bisa di bawa ke dalam pesawat entah itu untuk koper untuk check in atau untuk hand carry dengan kita ke dalam pesawat.

Seperti yang biasa saya lakukan pada saat akan melakukana traveling. Saya pack semua barang seperti baju, sepatu, tas, barang barang yang besar berat seperti hairdryer, makanan bubuk kalengan, barang barang kosmetik yang ukurannya besar dari bubuk, krim dan cair yang lebih dari 100ml saya masukan ke koper besar untuk di check in nantinya. Barang barang kosmetik itu seperti dry shampoo, hairspray, heat protector, bedak bubuk saya, handbody, FTE, SK II Toner, deodoran, kuas kuas makeup, pokoknya barang barang yang tidak begitu penting saya masukan ke dalam koper besar saya yang bisa muat sekitar 30kg lebih itu.

Karena bukan ide bagus untuk memasukan barang barang yang berharga kedalam koper untuk check in. Kita tidak akan tahu bagaimana mereka membawa koper koper kita. Mungkin mereka membantingnya dan sering saya menemukan koper saya dalam keadaan seperti ada orang yang baru membuka nya karena tempat kuncinya di congkel. But beruntung, saya tidak pernah kehilangan barang after all karena jarang saya masukan barang berharga ke koper besar. Namun saya selalu bawa sendiri ke dalam kabin.

Baca juga :

Dan koper ukuran kecil yang saya bawa sendiri kedalam pesawat saya isi dengan barang barang yang menurut saya mempunyai harga, barang barang penting dan barang barang kecil kosmetik yang mempunyai ukuran kurang dari 100ml untuk mengurangi beban untuk koper yang besar itu. Itu meliputi dokumen dokumen penting, laptop, ipod, hp, kamera, dan produk make up. Untuk kosmetik meliputi beberapa botol serum, pelembab, beberapa lipstik, beberapa eyeshadow, produk padat, beberapa foundation, beberapa kutek, dan barang barang kosmetik dan skincare cair dan krim lainnya.

Akhirnya saya pun siap meninggalkan london dan sudah pesan uber pagi itu. Sopir uber pun telephone saya bahwa dia sudah di bawah rumah. Akhirnya saya pun turun sambil di bantu oleh teman saya membawakan koper. Dan kami sedikit kaget bahwa mobil uber yang akan kami tumpangi adalah mobil merk Mercy dan terlihat masih baru, kinclong dan fresh di dalamnya.

Sekitar 1 jam sampai lah di bandara Heatrow dan masih mempunyai waktu 3,5 jam sampai jadwal penerbangan. Sesampai di sana saya check in koper yang besar saya dan tidak ada masalah walaupun sebenarnya beban dari koper saya sudah melebihi dari 2kg. Padahal mereka hanya menerapkan 30 kg maksimal. Saat itu saya menggunakan Thai airways BTW.

Ketatnya Bandara London, Terpaksa Saya Harus Buang Banyak kosmetik
Credit: Signal Deluxe / Bandara Heathrow London

Sebelum memasuki pintu pengecekan, di depan sana terdapat tulisan dan informasi apa yang boleh dan tidak boleh di bawa ke dalam kabin dan ukuran ukuran nya. Dan di samping informasi itu terdapat plastik transparan ziplock bag yang mereka sediakan dan kita bisa mendapatkannya dengan gratis apabila kita membutuhkannya. Namun kita hanya di ijinkan bisa mengambil 3 tas plastik kecil itu saja untuk menaruh barang kita.

Dan saya baca bahwa semua barang kosmetik apapun itu jenis nya agar masuk ke dalam plastik ini dan harus able di tutup rapat. Saya sedikit bingung seketika saat itu karena tidak akan mungkin barang barang kosmetik saya masuk hanya dengan 3 plastik kecil kecil ini saja. Namun tidak tahu kenapa saya abaikan peraturan itu karena setahu saya yang penting semua kosmetik di bawah 100ml. Dan pada saat itu memang tempat tempat make up dan kosmetik saya bukan yang transparan namun yang biasa yang tidak bisa di lihat dari luar.

Saat itu bandara sangat sibuk. Barisan panjang di setiap pengecekan barang terlihat di mana mana. Giliran saya pun masuk ke security screening, dan langsung deh saya taruh koper kecil saya itu untuk di screen. Barang barang seperti tas, laptop, hp, ipod dan boot saya yang saya pakai pun saya copot dan masukan ke dalam box plastik untuk di cek. Setelah semua masuk ke screening, giliran saya jalan menuju ke screening badan.

Mungkin anda suka : Nama dan gambar jembatan london yang melintasi sungai Thames

Satu per per satu barang saya pun terlihat. Tinggal koper kecil saya yang belum muncul. Saya tunggu tunggu kenapa koper saya tidak keluar keluar dari screening. Agak sedikit was was sih dan takut ada barang yang di larang di dalamnya. Padahal sih tidak ada apa apa menurut saya. Ini bukan pertama kali saya traveling jadi saya sedikit tahu barang mana yang bisa di bawa dan tidak. Mereka cek koper saya begitu lama di banding lainnya.

Dan akhirnya salah satu pegawai itu pun meminta saya untuk minggir ke tempat yang tidak banyak di lewati orang orang. Ternyata mereka meminta saya untuk membuka isi dari koper saya. Tidak banyak bicara saya pun langsung membukanya. Setelah saya buka mereka meminta saya untuk mengeluarkan isi dari box box kosmetik saya satu per satu itu. Padahal kosmetik saya cukup banyak! Tidak bisa di pungkiri bahwa banyak orang yang sedang berdiri mengantri memandangi saya dan melihat isi semua barang yang ada di koper kecil ku itu. Saya maluuu… Lah, untung saja tidak ada barang yang memalukan yang saya pack saat itu dan harus bongkar bongkar isi koper di depan orang banyak 🙈

Mereka bilang bahwa saya harus mentransfer semua barang kosmetik kosmetik ini masuk ke dalam 3 plastik ziplock bag itu sambil mereka memberikannya kepada saya. Dan saya bilang tidak mungkin masuk semua karena kosmetik saya terlalu banyak. Dan mereka bilang jika tidak bisa masuk semua, saya di sarankan untuk keluar lagi dan di check in saja barang barang ini. Karena kalau tidak, mereka terpaksa harus membuangnya.

Ketatnya Bandara London, Terpaksa Saya Harus Buang Banyak kosmetik
Credit:tanakawho / Ziplock Bag

Deg! Bingung saya seketika karena koper besar saya sudah masuk dan sudah di check ini sekitar 2 jam yang lalu. Dan mau check in hanya barang barang kosmetik ini pun saya takut pecah dan saat itu juga saya sudah tidak punya banyak waktu lagi. Dan tidak tahu akan memakan waktu berapa lama apabila saya keluar untuk check in barang lagi.

Tidak lama berpikir saya pun memutuskan untuk merelakan mereka membuang barang barang kosmetik kesayangan saya saja dari pada saya terlambat di pesawat. Akhirnya saya pun memilih milih kosmetik mana yang mau saya masukan ke dalam 3 plastik transparan berukuran pas hanya untuk menaruh sandwich itu. Namun sebelum itu petugas sudah memilih barang kosmetik yang bisa di bawa. Kebanyakan semua yang saya bawa bisa masuk, hanya saja barang barang saya terlalu banyak dan plastik terlalu kecil.

Setelah itu mereka pun menyarankan kalau plastik harus able di zip dengan rapat, persis seperti informasi yang ada di luar pengecekan yang saya baca sebelumnya. Satu per satu petugas mengecek kosmetik yang tidak bisa masuk ke plastik kecil itu. Dan menanyakan ke saya dan meminta ijin bahwa ok jika mereka membuang nya. Dengan rasa berat hati saya pun menganggukan kepala dan mengijinkannnya 😭

Akhirnya saya pack kembali selebihnya dan memasukan barang barang ke dalam koper dan mereka mengijinkan saya pergi. Total kejadian ini memakan waktu sekitar 30 menitan. Saya pun langsung bergegas dan jalan mengikuti petunjuk sambil saya mencari lokasi border untuk cek paspor.

Tapi anehnya, pada saat saya jalan terus mengikuti petunjuk, tidak ada counter imigrasi terlihat satu pun dan saya tidak menemukannya sampai di mana ruang tunggu para penumpang berada. Sebelum saya menuju ke ruang tunggu, di sana terdapat 5 polisi berdiri berjejer yang sedang memperhatikan para penumpang di depan ruang tunggu itu. Mereka pun langsung melihat saya pada saat saya akan melewati mereka. Dan salah satu polisi itu ( perempuan ) menyetop saya dan meminta untuk menunjukan paspor.

Rekomendasi artikel :

Saya pun langsung memberikanya paspor yang ada di tangan kiri saya kepada polisi wanita itu dan mengecek paspor saya langsung. Di saat bersamaan saya sedikit was was karena saya tidak melewati counter imigrasi karena memang saya tidak melihat di sekitar nya. Tidak lama mereka pun memberikannya kepada saya dan mengijikan saya pergi. Lalu saya pun langsung menuju ke ruang tunggu dan melihat jam dan beruntung masih ada waktu dan tidak terlambat. Di waktu bersamaan pada saat saya akhirnya bisa relax duduk di kursi hitam besi itu, saya masih tanda tanya dan heran kenapa tidak ada border yang biasanya ada di setiap negara? 🤔

Dari sini bisa menyimpulkan bahwa dari pengalaman saya pribadi peraturan seperti ini di eropa lebih ketat dari pada di asia. Jadi selalu pack barang kosmetik di tas plastik yang transparan dan tidak menaruhnya di tempat atau tas make up biasa agar tidak terjadi seperti ini sama kamu. Bisa tas make up berukuran besar yang penting transparan dan bisa di zip dengan rapat dan rapi. Memang barang barang kosmetik itu harga nya tidak lah seberapa, hanya saja mereka semua adalah barang kesayangan saya dan banyak yang masih baru baru. Itu yang bikin saya sedikit sedih.

But anyway ini untuk menjadi pelajaran saya buat next time. Kita tidak akan tahu peraturan mereka di setiap negara. Ada negara yang santai ada juga yang sangat ketat seperti ini. Saran saya selalu menggunakan tas make up transparan ke negara manapun kamu pergi. Karena peraturan peraturan seperti itu mereka bisa di terapkan kapan saja, di negara manapun dan kita tidak akan tahu sebelumnya. Hanya untuk jaga jaga dan agar kejadian ini tidak terulang kembali. Cerita Saya Di Bandara London Dan Terpaksa Harus Membuang kosmetik”